Kita Yang Tak Pernah Searah


 Kita adalah dua kutub yang berlawanan

Aku berpusat pada bulan

Kamu bersumbu pada matahari

 

Kita patuh pada rutenya masing-masing

Aku mengalir bagaikan air

Kamu bersikeras bagaikan angin

 

“Bisakah mengikutimu tanpa berubah haluanku?” tanyaku

“Aku tak mampu. Tak mampu berjalan beriringan karena kita akan selalu berselisihan.” Jawabmu

 

Akhirnya kita sepakat. Kembali pada awal mula dimana kita beranjak.

 

0 komentar