Aku berjalan di tengah pemakaman.
Memandang batu nisan tua yang usianya sudah lebih dari usiaku sekarang.
Rasanya selalu sama. Hangat.
Terdengar aneh mungkin,
Bagaimana bisa dirimu merasa kehangatan yang bahkan ketika masih hidup pun tak sempat untuk bertemu .
Tapi semenjak aku lahir ke dunia, aku sudah di ajak ke pusaranya.
Mungkin, jika ia masih ada, akan jadi sosok tempatku bersandar di tengah banyaknya kecewa..
Mungkin akan selalu ada pelukan ketika aku merasa kedinginan dan butuh kehangatan.
Mungkin ia akan selalu memberi lelucon saat cucu pertamanya ini memasang muka masam.
Mungkin ia akan mengajariku memotret dengan kameranya itu, sama seperti apa yang kulakukan sekarang
Mungkin dan mungkin...
Hanya ada kemungkinan-kemungkinan yang tak akan pernah jadi kenyataan.
Hanya ada diriku yang mengoceh seorang diri disini.
Bercerita dari tahun ke tahun apa saja yang sudah aku dapatkan.
Setidaknya dirimu tau, cucumu ini patut dibanggakan.
Taman Makam Pahlawan Kalibata,
Februari 2021


0 komentar