Kisah Kasih

  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Desember kelabu.

Waktunya mendengarkan lagu favorit gue dari jamannya kuliah. Entah kenapa ini lagu punya arti dan makna sendiri bagi gue. Karena lagu ini, mengiri semua kisah kasih percintaan gue yang sudah-sudah. Memaknai bahwa di hidup ada datang dan pergi, mau sekuat apapun kita menginginkan tetap disisi ujungnya lepas juga. So, ini lirik lagunya. Gue harap kalian bisa memaknai lagu ini versi kalian sendiri. 

널 지워 내 가슴에 묻고
꼭 잊겠다 다짐해 놓고
또 난 울어 또 난 울어
긴 시간이 지나고 나면
언젠가 널 다 잊고 지낼거라
생각했어
항상 내쉬는 숨 속에도
너의 향기가 스며있고
한발 내딛는 걸음에도
난 너를 따라가
어딜 봐도 내 눈은
어딜 가도 내 맘은
흐려져 버린 우리 추억에
어디에도 없는 너만 찾고
어딜 보면 보일까
어딜 가면 잡힐까
어떻게 하면 돌아갈 수 있을까
또 널 꺼내본다
널 만났던 모든 순간이
바람처럼 내 맘을 흔들다 가면
또 난
이럼 안되는 줄 알면서
다시 너를 또 찾고 있어
아직 사랑한 그 시간에
난 널 따라가
어딜 봐도 내 눈은
어딜 가도 내 맘은
흐려져 버린 우리 추억에
어디에도 없는 너만 찾고
어딜 보면 보일까
어딜 가면 잡힐까…

[English]

I erase you burying inside my heart
I promised that I would forget you
But I'm crying again I'm crying again

I thought some day after
a long time
I could forget you
There's your scent left
In every single breath I take
With a step I take
I follow you

Wherever I see
And wherever I go
My eyes and my heart
always look for you
With the blurred memories of ours

Where could I find you?
Where could I catch you ?
How could I go back ?
I think about you again

After the moments with you
shake all my heart like wind
Again, I ..

I know I shouldn't do this
But I'm looking for you again
I follow you with holding
the time I loved you

Wherever I see
And wherever I go
My eyes and my heart
always look for you
With the blurred memories of ours

Where could I find you?
Where could I catch you ?
How could I go back ?
I call you again

I tried to give you up and forget you
But it's hard for me
I loved you too much

Wherever I see
And wherever I go
I keep calling you
Stuck in our love that's gone

Where could I find you?
Where could I catch you ?
How could I go back ?
I think about you again


Source =>
Eng Lyric : kpoply

Aku dan kamu pernah dalam satu cerita. 
Kamu tokoh utama pria dan aku tokoh utama wanitanya.
Berakhir dengan ada orang ketiga. 
Sebuah drama yang benar adanya. 
Sebuah patah yang aku terima. 
Harap tak berucap
Sakit yang tak berdarah.
Bumi yang seakan berhenti.
Dan aku pun menangi dalam hati.


                                                                                                         
                                                                                                                  Jakarta, 21 September 2019

Aku terombang-ambing pada kenyataan.

Meragu apa yang kurasakan.

Bukan begini bahagia itu bekerja.

Mengapa tidak di satu orang saja ?

Aku semakin memaksa. 

Bertanya pada mereka namun kembali pada tanda tanya.

Ku berdoa pada yang Kuasa

Agar segera memberikan jawabannya.

3 bulan  diakhir 2020.

Banyak hal terbuang ditahun ini. Banyak yang hilang namun terganti. Ada yang pergi ada pula yang kembali. Layaknya kisah tragis dalam drama tv, corona mengguncang bumi. 



Dan aku tersadar, waktu berjalan tiada kesan.

Aku. Tak terkecuali. Bagai bom atom yang sering meledak dalam pikiran, ingin segera kuhilangkan. Teman menjadi suatu beban sekarang. Bagaimana bisa tahun ini menjadi tahun masalah bagi semua manusia. Duniaku hanya sekitar luas rumah dan jejaring dunia maya. Bercerita dan bermain hanya lewat internet, dikarenakan ada musuh yang tak kasat mata.

Wahai Tuhan..

Bisakah aku meminta akhir tahun ini diberi keajaiban ?

Ingin kehidupan kembali normal. Ingin mereka yang dilanda kekurangan segera mendapat kelebihan. Ingin yang sakit, kembali pulih dan bangkit.

Refleksi diri yang kulihat tiap kutatap wajahku dicermin.. ingatanku kembali ke masa kecil.

Dunia yang penuh sederhana namun aku bahagia didalamnya.

Lalu? Apa sekarang aku tak bahagia? Ucapku sambil menatap mukaku sendiri.

Bahkan sampai detik ini, rasa bahagia masih kucari. 

Bukan. 

Mungkin aku salah. 

Mungkin aku belum sanggup menciptakan lagi.


Kepada mereka yang sedang memikul rasa kecewa, mungkin kita sama, 

Mari berdoa.

 


    Berlalu. Artinya lampau atau lewat. Ngomongin yang lampau memang gak ada habisnya. Akan selalu ada yang berlalu dalam tiap kehidupan kita. Coba pikir aja, 5 menit yang lalu lo lagi ngapain? Udah jadi suatu yang lampau kan? Oke oke. Gue gak bahas soal lo lagi ngapain sih beberapa menit atau beberapa jam yang lalu. Gue mau ngomongin soal masalah hati yang kadang suka gak kompromi kalo ngungkit masa lalu.

    Mungkin sebagian orang atau lo yang lagi baca ini lagi ada difase ini, terjebak di masa lalu atau lagi proses move on. Tapi buat melangkah maju, pasti ada usaha keras untuk ninggalin masa lalu.

    

    Pasti ada hikmah dari apa yang ditinggalkan. Ada di masa lalu belum berarti ada juga di masa depan. Semua yang ada di dunia ini jauh dari kepastian. Tapi gimana kalo sudah berusaha keras, ingatan di kepala lo suka seenaknya ke masa lalu. Atau lo jadinya terjebak..

    Beberapa kata mereka soal terjebak di masa lalu..






    

    Tak ada lagi sosok yang pernah mengisi dihati, bukan berarti hidup lo berhenti. Keep moving on. Gak ada yang namanya terjebak, cuma ingatan saja yang membludak hahaha

    Pada akhirnya sebuah usaha move on bukan perihal melupakan, tapi merelakan. Kalau kepala diciptakan untuk mengingat, bukan untuk melupakan. Bukan soal lari dari kenyataan tapi menerima kehilangan. 

    Terus berjalan, jangan lari. Hati-hati. 


“It is important that we forgive ourselves for making mistakes. We need to learn from our errors and move on.”– Steve Maraboli

 



"Akhirnya aku lihat lagi 

Jemarimu yang bergerak bebas 

Seiring tawamu.."


    Mendengar lagu ini, gue cuma bisa nangis. Gue gatau mantra apa yang mas Kunto Aji siratkan dalam lagunya. Ingatan di kepala gue secara otomatis memutar kejadian di sekitar tahun awal gue kuliah. Sebuah luka yang terpaksa sembuh, karena waktu terus berjalan dan gue sendirian. Sebuah kehilangan terbesar yang gue rasakan. Support system yang gue butuhkan, tapi Tuhan sudah menentukan batas waktunya. 

"  Untuk almarhumah Dea , makasih sudah menjadi teman yang menyenangkan dan rumahmu menjadi tempat ternyaman walau dalam kesederhanaan. Makasih atas waktu singkatnya, bercengkerama dan makan bersama. Andai aku tau kala itu terakhir kali bertemu kamu, mungkin tak ada kata nanti-nanti untuk bermain bersama. Andai aku bolos kuliah hari itu untuk menemui kamu di rumah sakit,mungkin aku tak semenyesal sekarang ini. Terima kasih, sudah berjuang selama ini. Semoga kamu bahagia disana. Dan melihat aku masih berjuang mencari jalanku sendiri. Aku yang masih patah dan nyaman dalam kesedihan. Aku sayang kamu."


"Tak tergantikan.. Walau kita tak lagi saling menyapa"


 

Gue suka banget sama kopi. Entah sejak kapan jadi ketagihan gini. Lewat kopi, gue menjalani hari-hari. Dan gue juga belajar dari kopi. Bahwa hidup gak soal manis saja. Buktinya, walau kopi pahit tetap saja ada yang suka. Gitu juga soal hidup. Gue paling suka ice latte sih. Inget suatu hari gue pesen di sebuah kedai kopi terkenal jaman sekarang .

"Ice latte ya mas." ucap gue 

"Pahit loh mba." jawab si mas kopinya. 

"Iya mas. Tau kok. Hidup saya lebih pahit mas. Hehehe" canda gue 

Mas nya tersenyum sambil melanjutkan tugasnya dibalik mesin kasir. 

Itu salah satu kisah gue sama kopi. Cukup membekas diingatan, karena kejadian itu pas gue lagi ada kerjaan di Malang.  Ada lagi, pas gue lagi kesel-keselnya sama orang. Ujungnya buat meredakan emosi, jadilah gue pesan kopi yang sama, di tempat kopi yang sama tapi daerahnya beda. Kali ini di Bogor. Gatau udah berapa banyak gue beli itu "ice lattenya" si Memories. Tapi emang favorit banget sih. Sumpah gatau lagi mau bilang apa.

Tapi, gue juga mau hidup bagaikan kopi. Karena, walau gue orangnya ada kepahitan dalam kelakuan dan sifat, tapi orang lain tetap menyukai gue apa adanya. Tanpa harus menaruh pemanis buatan agar terasa mengharumkan. 

Yaudah, gue mau lanjutin minum kopi dulu ya. Keburu dingin. 

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

POPULAR POSTS

Categories

  • Curcolan 6
  • hidup 8
  • keluarga 1
  • lagu 1
  • manusia 6
  • perasaan 13
  • prosa 9
  • Puisi 8
  • Rekomendasi 1
  • sedih 3

Advertisement

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Viewers

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • ►  2021 (16)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2020 (7)
    • ▼  Desember (1)
      • Kim Na Young - Watch Memories
    • ►  November (2)
      • Kita yang berawal pernah namun berakhir sudah.
      • Isi kepala
    • ►  September (4)
      • Membisu.
      • Ada Yang Berlalu, Untuk Bergerak Maju.
      • Pilu Membiru Experience
      • A Cup Of Coffee
  • ►  2019 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2013 (5)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)

Part Of

Part Of

Laporkan Penyalahgunaan

Pages

  • Home

Mengenai Saya

Foto saya
sipit-absurd.blogspot.com
Lihat profil lengkapku

Followers

Popular Posts

  • Kim Na Young - Watch Memories
  • Membisu.
  • Isi kepala
  • Gugur

Labels

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template