Kisah Kasih

  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

 

Sore itu aku menunggumu  

Diantara para penumpang yang berlalu 

Jaket hitam celana cokelat 

 Kulihat dirimu menyebrang ditengah kerumunan 

Sapaan pertama dariku dan kita sepakat untuk meneguk kopi 

Gelas kecil untukmu 

Gelas sedang untukku  

Kita berkenalan dengan malu-malu 

Sungguh lucu

 Sampai akhirnya kita tiba 

Keretaku akan datang  

Lambaian tangan  Dan sebuah pesan  “kabarin kalau sudah sampai”

     Pagi ini aku terbangun dengan perasaan tidak menentu. Bukan apa-apa. Mengingat apa yang kamu ceritakan, aku jadi tersadar. Tak seharusnya aku memendam ini semua sendirian. Aku butuh tempat bersandar. Aku butuh “rumah” untuk pulang.

     Tak perlu berlama-lama. Aku bergegas mandi dan menyiapkan barang-barang yang akan aku butuhkan nanti. Ku kemas semua dalam satu buah tas gunung berwarna hijau mint, favoritku. Tiket kereta telah aku pesan. Dan aku siap untuk menanti perjalanan sore nanti.

     “Nan, bumi itu luas.  Selagi kamu masih bisa menginjak kaki di bumi. Coba rasakan hangatnya matahari. Tapi semua ada jatahnya. Kamu gak bisa memaksakan dunia sekitar berpusat di satu titik aja.”

     Aku tiba di stasiun pasar senen Jakarta. Maka disini aku akan benar-benar pergi. Menengok deretan antrian penumpang lain. Tak ada sapaan ataupun salam perpisahan untukku disini. Aku bergegas masuk.

     Tak ada yang benar-benar ramai di dunia ini

     Tak ada yang benar-benar sepi di dunia ini

     Mungkin selama ini hanya diriku yang sibuk sendiri

     Mungkin aku yang selalu kecewa dengan segala yang ada

     Mungkin aku tak benar-benar pulih dalam waktu  

 

     Ku tatap setiap sudut kota Jakarta ini. Keretaku perlahan pergi di tengah tenggelamnya matahari.


 Selalu ada kata semoga di tiap doa 

Sedikit berharap 

Meminta petunjuk

Kesedihan diubah jadi kebahagiaan

Kecewa diubah jadi sebuah pelajaran 

Selagi bumi masih di pijak 

Maka aku masih berhak 

Mencinta dan memberi kasih sayang

Kepada dia yang ikhlas menerima tanpa memaksa

Kepada dia yang mendengar tanpa menutup sebelah mata

Kepada dia yang selalu berujar manis tanpa pemanis 

Kepada dia yang tau bagaimana mengendalikan nafsu

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

POPULAR POSTS

Categories

  • Curcolan 6
  • hidup 8
  • keluarga 1
  • lagu 1
  • manusia 6
  • perasaan 13
  • prosa 9
  • Puisi 8
  • Rekomendasi 1
  • sedih 3

Advertisement

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Viewers

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2021 (16)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ▼  April (3)
      • Kedai Kopi di Stasiun Manggarai
      • Pergi
      • Semoga
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (7)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  September (4)
  • ►  2019 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2013 (5)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)

Part Of

Part Of

Laporkan Penyalahgunaan

Pages

  • Home

Mengenai Saya

Foto saya
sipit-absurd.blogspot.com
Lihat profil lengkapku

Followers

Popular Posts

  • Kim Na Young - Watch Memories
  • Membisu.
  • Isi kepala
  • Gugur

Labels

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template