Kisah Kasih

  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us


 Kita adalah dua kutub yang berlawanan

Aku berpusat pada bulan

Kamu bersumbu pada matahari

 

Kita patuh pada rutenya masing-masing

Aku mengalir bagaikan air

Kamu bersikeras bagaikan angin

 

“Bisakah mengikutimu tanpa berubah haluanku?” tanyaku

“Aku tak mampu. Tak mampu berjalan beriringan karena kita akan selalu berselisihan.” Jawabmu

 

Akhirnya kita sepakat. Kembali pada awal mula dimana kita beranjak.

 


 

Aku ingin mengajakmu melihat dunia baru.

Genggam tanganku, aku tak akan melepasmu.

Selama ini dirimu kesepian ku tinggalkan.

Bersamamu berdua saja tak apa.

 Jika kamu butuh pundak, aku bersedia  memberinya.

Jika kamu butuh untuk didengarkan, dua puluh empat jam ku sedia memberi waktu.

Kamu ingin menangis ya..

Menangislah. Luapkanlah kekecewaanmu itu.

Kecewamu yang tak terbendung sejak kecil.

Luka basah yang tak pernah kering.

Dirimu yang dipaksa kuat menanggung .

Dibatas ambang hingga terombang ambing.

 


Aku berjalan di tengah pemakaman. 

Memandang batu nisan tua yang usianya sudah lebih dari usiaku sekarang. 

Rasanya selalu sama. Hangat. 

Terdengar aneh mungkin, 

Bagaimana bisa dirimu merasa kehangatan yang bahkan ketika masih hidup pun  tak sempat untuk bertemu . 

Tapi semenjak aku lahir ke dunia, aku sudah di ajak ke pusaranya. 

Mungkin, jika ia masih ada, akan jadi sosok tempatku bersandar di tengah banyaknya kecewa..

Mungkin akan selalu ada pelukan  ketika aku merasa kedinginan dan butuh kehangatan.

Mungkin ia akan selalu memberi lelucon saat cucu pertamanya ini memasang muka masam.

Mungkin ia akan mengajariku memotret dengan kameranya itu, sama seperti apa yang kulakukan sekarang

Mungkin dan mungkin... 

Hanya ada kemungkinan-kemungkinan yang tak akan pernah jadi kenyataan. 

Hanya ada diriku yang mengoceh seorang diri disini. 

Bercerita dari tahun ke tahun apa saja yang sudah aku dapatkan. 

Setidaknya dirimu tau, cucumu ini patut dibanggakan. 



Taman Makam Pahlawan Kalibata, 

Februari 2021




Mungkinkah engkau sadari 

Perasaan yang tak menentu ini

Oh sayang.. dapatkah aku memanggilmu 

Tuk bertemu dan memelukmu

Bodohnya aku menjadi berharap tak pasti

Apa perlu menunggu setahun lagi

Untuk menerima hati kembali




 Ukiran senyum disana menghilang

Hatiku telah kau patahkan

Petir di siang bolong

Kenangan hangat tertinggal di memori

Aku meringis kesakitan

Tak satupun insan mendengar lolonganku 

Diam di pojok kamar 

Menghitung waktu berharap cepat berlalu 

Sungguh klise. Tapi benar adanya. Di tengah dunia yang banyak tuntutan dan rasanya tak ada waktu untuk mengasihi. Cinta merupakan obat yang ampuh.



 Tak perlu banyak alasan untuk mencintai, menurut saya. 

Layaknya kasih ibu sepanjang masa. Atau mantan kekasihmu yang diam-diam mendoakanmu setelah sujudnya. Hidup begitu singkat jika isinya hanya membenci. Mungkin sebenarnya semua manusia di bumi ini penuh cinta. Hanya saja sebagian dari mereka mengharap balik, atas apa yang telah ditebar. 


Terlalu rumit  bila segalanya harus sesuai apa keinginan kita. Saya sadari itu. Maka kini saya melangkah tanpa rencana. Mengasihi orang-orang terdekat. Berani berkata cukup atas apa yang saya punya, tanpa harus membandingkan. 

Maka hati saya sudah penuh kehangatan. 


Tak perlu mencari atas apa yang belum dimiliki,
tapi hargai dan cintai apa yang sudah dipunya.
Karena mencinta tak perlu alasan untuk berkembang. 

Tak perlu diubah untuk saling berjalan...


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

POPULAR POSTS

Categories

  • Curcolan 6
  • hidup 8
  • keluarga 1
  • lagu 1
  • manusia 6
  • perasaan 13
  • prosa 9
  • Puisi 8
  • Rekomendasi 1
  • sedih 3

Advertisement

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Viewers

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2021 (16)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (3)
    • ▼  Maret (6)
      • Kita Yang Tak Pernah Searah
      • Mari Kita Pergi
      • Di Depan Pusara
      • Sampai Kapan
      • Di Pojok Kamar
      • Cinta Tanpa Alasan
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (7)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  September (4)
  • ►  2019 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2013 (5)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)

Part Of

Part Of

Laporkan Penyalahgunaan

Pages

  • Home

Mengenai Saya

Foto saya
sipit-absurd.blogspot.com
Lihat profil lengkapku

Followers

Popular Posts

  • Kim Na Young - Watch Memories
  • Membisu.
  • Isi kepala
  • Gugur

Labels

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template