Pagi menjelang di tengah kota yang berisik
Langkah kakiku seirama dengan bunyi kereta
Entahlah. Untuk kesekian kalinya aku berjalan tanpa tujuan
Pernahkah kamu merasa kosong jiwa saat banyak cinta menghujani ?
Palsuku tertawa risau mengacau menemani hari
Seperti patung yang bernyawa dan berhati
Di setiap jumpaku dan jumpanya
Hanya ada aku dan bayangan
Di setiap jalan dan persimpangan
Hanya ada aku dan kenangan
Hatiku lemah
Tak kuasa
Karena tak kunjung dimilikimu
Pertanyaan “aku kurang apalagi ?”
Selalu jadi perdebatan didalam senyap
Aku takut
Namun aku menyiapkan ruang
Agar kelak jika engkau berniat untuk tinggal
Sudah ada tempat untuk pulang


0 komentar