Akhir bulan, sudah mulai hujan. Tentu aku tidak menyalahkan. Bumi dan bulan berputar sesuai porosnya, lalu mengapa aku tak bisa sesuai dengan sumbunya ? Layaknya petuah hidup bahwa kenyataan suka tak sesuai, tapi aku merasa segala sesuatu untukku tak sesuai dengan rencana. Bagai petir di siang bolong. Aku meratapi beberapa kalimat di buku yang ku baca dan apa yang terjadi hari ini. Tawaran S2 dari ibu dan aku yang sedang kalut dengan semua prahara kehidupan asmara. Ah, mana mungkin aku bisa berpikir jernih sekarang. Apalagi urusan mengajar siswa selalu ku urusi ditengah gusar perasaan.
Hidup bagai drama. Malah lebih drama dari sinetron di televisi swasta.
Aroma kopi sudah mendingin. Aku menutup buku didepanku dan melihat ke jendela. Jendela kedai kopi favoritku. Mungkin ini terakhir kali ku kesini. Sebuah ironi terakhir kesini dengan orang yang kau sayang namun berakhir untuk berjalan masing-masing. Terima kasih. Semoga sehat.


0 komentar